Konflik
Agama
Seorang
pria berumur 30-an tiba-tiba mengamuk sambil mengacung-acungkan pedang saat
ratusan umat Gereja St Lidwina Bedhog Trihanggo, Sleman, Yogyakarta, tengah
khusyuk menggelar ibadat pada Minggu pagi, 11 Februari 2018.
Pelaku
berkaus hitam itu langsung membabi buta menyabetkan pedang sepanjang satu
meteran ke arah umat. Sedikitnya lima umat, termasuk pemimpin ibadah, Romo
Edmund Prier SJ, mengalami luka sabetan pedang dan dilarikan ke rumah beberapa
sakit, seperti RS Panti Rapih, Ludira Husada, dan RS Akademik Universitas
Gadjah Mada (RSA UGM).
Sudarjo,
58 tahun, saksi mata kejadian, saat ditemui Tempo di Rumah Sakit Panti Rapih,
menuturkan kejadian bermula saat ibadah baru mulai sekitar 30 menit dari jadwal
pada pukul 07.30. Saat itu, Romo Prier dan umat sedang khusyuk menyanyikan lagi
Kemuliaan.
"Dari
halaman luar pintu gereja, pelaku sudah mulai menyerang seorang bapak yang
sedang ngemong (menjaga) anaknya. Kena di kepala bapak itu, tapi anaknya tak
disentuh," ujar Sudarjo
Dari
luar, lalu pelaku masuk ke gereja melalui lorong pintu samping. Umat berteriak
histeris melihat pelaku yang mengacungkan pedangnya dan terus berjalan cepat ke
arah mimbar tempat Romo memimpin ibadat.
Sesampainya
di depan Romo, pelaku tanpa banyak bicara langsung menyabetkan pedangnya dan
mengenai kepala Romo Prier bagian kiri. Tak puas melukai sekali, pelaku kembali
menebas Romo Prier, yang terhuyung di depannya, dan mengenai punggungnya.
"Saat
mau menebas ketiga kali, saya bilang, 'Sudah, Mas. Sudah.' Baru pelaku
menghentikan aksinya," ucap Sudarjo.
Rupanya,
setelah melukai Romo, pelaku mengincar umat lain yang masih ada di dalam
gereja. Ia kembali menebaskan pedangnya ke seorang pria di dekat mimbar.
Kemudian, saat Romo Prier dibawa Sudarjo keluar dan hendak dimasukkan mobil ke
rumah sakit, pelaku kembali menyerang dan mengenai punggung Sudarjo hingga luka
punggung memanjang 25 sentimeter. "Saya tidak apa-apa, cuma luka
ringan," ucapnya.
Tak
berapa lama saat pelaku masih mengamuk di dalam Gereja St Lidwina, pihak
kepolisian datang. Pelaku sempat melawan sehingga akhirnya ditembak di bagian
kaki. Seorang petugas polisi dikabarkan terkena sabetan saat menangkap pelaku.
Pelaku dengan luka tembak itu pun langsung dibawa ke RSA UGM.
Saat
ini, para korban masih dirawat di rumah sakit. Tiga di antaranya dirawat di RS
Panti Rapih.
Sumber
::: nasional.tempo.co
Analisis
Menurut
saya kejadian seperti contoh diatas mengambarkan ada nya dendam dan ketidak
sukaan terhadap antar agama melakukan hal tersebut sebagai bentuk penghakiman
dengan melukai sesama manusia dianggap sebagai kriminalitas dalam ke agamaan
memiliki masing masing ciri ciri dan keyakinan yang di ajarkan , walaupun
berbeda setiap agama tidak mengajarkan hal seperti melukai umat agama lain
dengan keadaan sadar bahkan dengan emosi semata karena kebecian , kebencian
adalah rayuan setan yang harus kita lawan makan dari itu kita harus menyakinkan
diri kita dengan iman yang sudah kita miliki dan bina hingga sampai saat ini, menebarkan
kebencian akan menimbulkan kebencian lainnya dengan alas an apapun kita diciptakan
dengan menebarkan ajaran kebaikan dan kasih kepada semua umat-NYA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar